Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Desember 2012

KOMPAS.com - Kulit durian dan kulit pisang bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik. Kandungan natrium, kalium, dan magnesium kulit buah bisa digunakan sebagai sumber energi pada baterai bekas yang sudah dibuang isinya. 

Memanfaatkan kulit pisang dan kulit durian sebagai sumber energi listrik sangat mudah. Alat yang perlu disiapkan hanya tang, obeng, pisau, multimeter atau AVO (ampere, volt, ohm) meter, lampu LED, kabel, dan blender. Media yang disiapkan adalah kulit bagian dalam durian atau kulit pisang.


Susunan Pengurus FORMASI JATIM Periode 2012/2013

Sekretaris Jenderal   : Maman Fathor Rahman Emha (UM)
Staff Administrasi I   : Dessy Fudiana (UNEJ)
Staff Administrasi II  : Muslihatul Jannah (UIM Pamekasan)
Staff Keuangan I      : Puput Anggraini(IKIP PGRI Madiun)
Staff Keuangan II     : Intan Gita Shabrina (UNESA)

Co. Div Keilmuan : ITS Surabaya (rahmi intan)
Anggota                :
- UNEJ (FMIPA) Jember  (M. Haritsah)
- UB Malang (Pramadana Pahlevi)
- UNAIR Surabaya ()

Co. Div. Pendidikan : IKIP Madiun (Trifonia Avila)
Anggota                   :
- UIM Pamekasan (Ramsy)
- UNEJ (FKIP) Jember  (Anis Zulfa)
- UNIKAN Malang ()

Co.Div. Sosmas : UKWM Surabaya (Evan)
Anggota             :
- UIN Malang (Munir)
- UNESA Surabaya (Salisa)
- UM Malang (Lucky W.)


Sejumlah praktisi pendidikan berpendapat bahwa kurikulum 2013 belum diperlukan karena perlu pengkajian lebih lanjut serta sosialisasi secara luas kepada masyarakat agar dapat memahami perubahan kurikulum tersebut. Karena dirasakan beban materi untuk anak Sekolah Dasar (SD) terlalu banyak, yang lebih ditekankan yaitu mengambil materi yang lebih relevan dan dapat menambah soft skill atau pendidikan karakter yang akan menjadi bekal kemampuan dan keterampilan dasar untuk kehidupan sesuai bagi perkembangan anak usia SD yang optimal.

Lebih lanjut Suwardi Edhytomo menambahkan pergantian kurikulum ini membuat masyarakat panik sehingga perubahan kurikulum perlu waktu untuk dikaji terlebih dahulu serta diikuti dengan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) dan sosial masyarakat.
Suwardi dan Subagya sependapat bahwa mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) bagi SD belum perlu untuk tersendiri sebaiknya digabungkan saja dalam mata pelajaran Pengetahuan Umum.

Sementara itu, Subagya menjelaskan soft skill atau pendidikan karakter tercakup dalam ketangguhan pribadi (IQ), sosial (EQ), dan spiritual (SQ).

Daniel Goleman seorang ilmuwan Amerika Serikat menegaskan keberhasilan hidup manusia ditentukan oleh 15 persen ketangguhan pribadi (IQ) dan 85 persen justru oleh soft skill atau pendidikan karakter.

sumber: http://edukasi.kompas.com/read/2012/12/18/15402716/Kurikulum.2013.Belum.Diperlukan.

Senin, 12 November 2012

KOMPAS.com - Tiga mahasiswi Surabaya berhasil menciptakan "backpack" (tas punggung) yang bisa menghasilkan energi listrik. 

Ketiganya merupakan mahasiswi jurusan Desain Manajemen Produk (Fakultas Industri Kreatif) dan Jurusan Teknik Industri (Fakultas Teknik) Universitas Surabaya.

"Pemakainya bisa menggunakan tas itu untuk mengisi ulang baterai alat-alat elektronik, seperti laptop, IPad, ponsel, atau lainnya," kata mahasiswi Jurusan Teknik Industri angkatan 2010, Evita Tania.

Didampingi dua rekannya Stella Felicia (Desain Manajemen Produk 2010) dan Cindy Eleanora (Desain Manajemen Produk 2011), ia mengemukakan hal itu tentang karya mereka yang memenangkan gelar "Best of the Best" pada Lomba Perancangan Tas Nasional 2012 di Bandung pada awal Oktober 2012.

"Listrik itu dihasilkan dari energi kinetik (gerakan tubuh pemakainya), karena itu tas listrik itu bisa saja disebut sebagai green energy (energi hijau), karena ramah lingkungan. Sebagai prototipe, backpack ini diberi nama "Kinetic Ver 1.0" (Green Kinetic Energy Providing Electricity Backpack)," katanya.

Menurut Evita, banyak pengguna "backpack (khususnya mahasiswa) yang membawa laptop, ponsel,charger, dan gadget lainnya dan masalah yang sering dihadapi adalah kebutuhan listrik untuk "men-charge" baterai gadget mereka.

"Sumber listrik tidak selalu berada di dekat mereka saat dibutuhkan. Masalah sering muncul ketika ponsel, laptop atau gadget mereka low batt (kehabisan baterai) dan mereka harus mencari sumber listrik," katanya.

Mengisi baterai mengharuskan mereka diam, menunggu, atau meninggalkan gadget di satu tempat untuk beberapa waktu (jam), sehingga mereka akhirnya mencari cara agar pengguna "backpack" mudah men-charge gadget mereka.

"Dari pengamatan, saat berjalan, naik kendaraan (misalnya sepeda motor), dan melakukan aktivitas lainnya, pengguna backpack pasti mengeluarkan energi kinetik. Energi itu terbuang sia-sia," katanya.

Dari sini muncul ide membuat "backpack" yang dapat menyimpan energi listrik untuk "men-charge" gadget (ponsel, laptop, dan lainnya) dari energi kinetik dari pergerakan fisik pengguna backpack.

"Energi buangan tersebut sangat berpotensi diolah kembali untuk memenuhi kebutuhan energi konsumen. Sifat energi yang kekal, namun hanya dapat diubah menjadi bentuk energi lain dapat dimanfaatkan," katanya.

Mereka menggunakan alat yang dapat mengubah energi kinetik menjadi energi listrik, yaitu "piezoelektrik". Alat ini menghasilkan listrik bila mendapat tekanan atau getaran.

"Alat ini disambungkan ke penyimpan energi listrik yang dapat digunakan men-charge gadget. Saat pengguna backpack memasukkan maupun mengeluarkan barang, saat berjalan, atau gerakan lainnya, alat tersebut akan menyerap energi kinetik dan mengonversinya menjadi energi listrik," katanya.

Ditanya alasan menciptakan inovasi itu, ia mengatakan akhir-akhir ini pembicaraan tentang "green product" makin marak, sehingga membuat produsen berlomba-lomba menghadirkan produk ramah lingkungan.

"Semakin hari, produsen semakin dituntut menggunakan material yang mencakup 3R (reduce, reuse, recycle). Konsumsi energi dunia semakin meningkat, berbanding terbalik dengan persediaan energi yang semakin menipis," katanya.

Ironisnya, katanya, banyak energi yang secara tidak sadar terbuang begitu saja, seperti energi kinetik, energi potensial, energi bunyi, dan bentuk energi lainnya. "Itu sebabnya kami menciptakan tas itu," katanya.

Sumber : kompas

Senin, 10 September 2012

Gambaran jalur neutrino dalam eksperimen NOvA, dari Fermilab menuju detektor di perbatasan Amerika Serikat dan Kanada.

ILLINOIS, KOMPAS.com - Eksperimen neutrino atau "partikel hantu" akan segera dimulai lagi. Sebuah eksperimen untuk "menangkap" partikel misterius ini kini tengah disiapkan.

Detektor neutrino dalam eksperimen NuMI Off-Axis Neutrino Appearance (NOvA) di Ash River, Minnesota akan mulai mengambil data tahun 2013. Eksperimen ini akan mempelajari karakteristik neutrino, partikel yang hampir tak punya massa dan sulit dipelajari karena sifatnya yang bisa menyelinap di lapisan batuan setebal ratusan kilometer bak hantu yang menembus dinding. NOvA menjadi eksperimen neutrino terbesar di dunia.

Selasa, 04 September 2012


SAN DIEGO, KOMPAS.com — Astronom untuk kali pertama berhasil menemukan lebih dari satu planet yang mengelilingi sistem bintang ganda pada saat bersamaan. Penemuan kali ini membuktikan bahwa planet dapat eksis di tempat yang tak diduga dan memberi harapan pada penemuan planet layak huni selain Bumi.

Planet ditemukan lewat analisis data teleskop antariksa Kepler yang sejak diluncurkan pada Maret 2009 berhasil mendeteksi 2300 kandidat planet. Planet yang ditemukan berada di sistem Kepler 47, sistem yang terdiri dari bintang seukuran Matahari serta bintang lain yang berukuran 1/3 Matahari dan 175 kali lebih redup, berjarak 5.000 tahun cahaya.

Sabtu, 21 Juli 2012

KOMPAS.com - Kompetisi Internet Sehat Blog & Content Award (ISBA) 2012 sedang berlangsung. Kompetisi ini memberikan penghargaan pada konten positif dari Indonesia.

Untuk kategori Bronze Sesi 10, telah dipilih dua pemenang: Aktifisika.wordpress.com danDinneno.com.

Anda juga bisa mengajukan situs blog, wiki maupun forum favorit Anda sebagai peserta kompetisi ini. Daftarkan melalui isba.ictwatch.com.